Jumat, 09 Oktober 2009

Mmmm,,, so sleepy,,but I couldn’t sleep yet.

Kadang saat melamun, bayangan tentang orang-orang dari masa lalu masih muncul. Tiba-tiba saja datangnya, khususnya dari masa-masa TK dan SD . Membayangkan kembali tidak terasa menyenangkan tapi juga tidak menyedihkan, tapi ada beberapa orang yang jika diingat lagi seperti membawa diri ini melampaui ruang dan waktu, seperti kehilangan waktu kini untuk beberapa saat. Gambarannya agak berlebihan sih, tapi rasanya mendekati seperti itu. Sensasi seperti itu kadang muncul begitu saja, entah darimana datangnya. Mereka seperti melekat kuat pada alur ingatan masa lalu. Dan dalam bayangan masa itu, hal kecil yang pernah mereka lakukan menjadi seperti sesuatu yang dianggap cukup berharga bagi otak ku sampai terekat kuat dalam ingatan masa lalu itu. Pengalaman-pengalaman kecil yang menjadi pondasi dari masa lalu.
Well, setidaknya perlu sadar bahwa masa sekarang lah yang terpenting. Pelajaran yang sering diucapkan tapi juga sering dilupakan. Yah, mungkin bisa dikatakan seperti dalam buku Ping, perjalanan seekor katak yang mencari kolam baru, jalan harus ditemukan sendiri, tidak dapat diajarkan. Tidak ada yang pasti, orang bijak sekalipun tidak dapat menentukan apa yang akan terjadi berikutnya dalam hidup nya. Menjadi cerdas dan bijak seperti strategi untuk mengikuti arus, bukan melawan arus, yaitu takdir. Yah, kurang lebih seperti itu lah gambaran dalam pikiran ku.

Ok, it’s going to the epilogue. Enjoy this life like water which always make its own boundary. Ok, see you later(I hope).
Thanks for reading this.

Rabu, 09 September 2009

Pemaafan

Cerita tentang bekas luka parut karena terjatuh dari sepeda semasa kecil cukup sering ku ceritakan untuk sekedar basa-basi ataupun mengingat-ingat sendiri bagaimana rasa nyeri nya (entah bagaimana, rasa sakit nya terasa bisa membuat orang kangen dengannya) saat proses penyembuhan berlangsung. Saat luka itu sembuh, timbul bekas luka parut memanjang yang cukup tampak dari jarak dekat. Luka parut itu sering ku tekan, entah darimana datangnya kebiasaan itu, tapi percaya atau tidak, rasa nya menyenangkan. Setiap kali menekannya, ada ingatan tentang luka disana, ingatan tentang bagaimana luka itu tercipta saat sedang memacu sepeda dengan kencang pada jalan menurun dan berbatu yang rasanya menyenangkan. Teringat juga rasa sakit berlebihan yang tidak menyenangkan saat luka itu baru saja tercipta, tidak menyenangkan rasanya.


Luka parut muncul saat luka nya besar, tidak beraturan, dan kotor. Seperti itulah kalau “luka” dalam pikiran. Saat sedang merasa orang lain berusaha menyingkirkan ataupun tidak mempedulikan ataupun berbuat apapun yang tidak berkenan, rasa sakit saat luka pertama muncul, rasa yang tidak menyenangkan itu muncul. “Luka” itu bagi ku sebaiknya dibersihkan, dengan memaafkan yang berperan sebagai “disinfektan” yang menambah rasa perih sementara tapi membantu penyembuhan diri sendiri setidaknya mendekati kondisi keseimbangnya. Memaafkan bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri, diri sendiri seperti mendapat sebuah luka terbuka yang memang membutuhkan untuk dibersihkan. Memaafkan memang sulit seperti luka yang diberi alcohol yang member kejutan rasa perih yang berlebih. Setelah itu, entah bagaimana, rasa sakit saat penyembuhan luka terasa begitu menyenangkan. Bahkan menurutku, rasanya bisa membuat ketagihan, yaitu rasa damai yang perlahan menjalar. Pengurangan rasa sakit perlahan saat penyembuhan “luka” itulah yang membawa rasa damai (sepertinya rasa itu datang karena aku tahu semuanya akan baik-baik saja dan akan sembuh) dan akan bisa seperti candu. Bukan berarti rasa sakit saat penyembuhan itu seperti candu lalu menyusahkan diri sendiri dengan mencari-cari “luka” yang seharusnya tidak muncul lewat member cap masalah pada hal-hal yang sebenarnya bukan masalah. Pikiran seperti tubuh, memiliki kemampuan terbatas dan masih harus mempersiapkan dirinya dari “luka-luka” sebenarnya.


Tentang luka parut, tidak lagi terasa sakit jika ditekan tapi akan tetap membawa ingatan bahwa disana pernah ada luka, dan rasanya nyaman. Rasanya memang tidak sama dengan “bagian” yang tidak pernah mendapatkan “luka”. Tampak nya memang tidak begitu indah bagi orang yang tidak mendapatkan “luka” di tempat yang ia lihat pada dirinya sendiri. Bagi diri sendiri, “bekas luka” itu punya cerita sendiri dan tidak perlu takut jika suatu hari akan terlihat oleh orang lain, karena itu lah hidup diri sendiri, bukan hidup orang lain. Rasa nyaman saat menekan “luka parut “ itu muncul dari diri sendiri bahwa “aku berhasil menyembuhkan diri ku sendiri”. Sesaat sebelum mendapat luka pun menyenangkan seperti kesenangan memacu sepeda kecepatan tinggi di jalan yang berbatu, setelah itu terpeleset dan luka. Hal ini menggambarkan apa yang terjadi itu bukan salah orang lain tapi sebagai akibat dari apa yang dilakukan. Apa pun itu, darimana pun datangnya luka itu, aku percaya semuanya ada timbal balik, tidak ada yang tidak mendapatkan apa-apa dan kehilangan tanpa mendapat apa yang baru. Paling kurang, sudah ada pengalaman dan memori dari “luka” yang didapat yang dapat digunakan di masa depan. Tidak ada yang sia-sia.

Kamis, 16 Juli 2009

Are you happy today?

Ouch,,belakangan ini seperti hanya melakukan sedikit hal yang menandakan aktivitas kehidupan. Agak menyesal, waktu terbuang terlalu banyak tanpa kegiatan yang berarti. Bangun tidur, guling-guling di tempat tidur, baca buku 1 paragraf
I'm happy today. Ada yang nanya? jawabannya tidak. Pertanyaan tidak harus dikomentari dengan pertanyaan kan. . I'm happy today because I met my old friend. That's it.
Well, hari ini lihat film Constantine untuk kesekian kalinya. Adegan yang bagus rasanya saat Johny Constantine menatap mata kucing dengan mesra, lama lagi. Kelamaan menatap, andaikata mereka saling jatuh hati apalagi si Johny yang diperankan sama Keanu Reeves cakep bin ganteng, Kucingnya pasti sial, karena hanya orang gila yang mau sama mbak atau mas kucing. Lainnya, pas Lucifernya memecahkan pintu kaca untuk lewat ke ruangan sebelahnya. Asik lihatnya.. Adegan lainnya, di tempat yang romantis, John Constantine memberi hadiah pisau untuk Issabel, romantis banget, apa pun yang diberi sama si Keanu Reeves selalu oke, pisau nampak bagai mawar. Apapun itu,cerita film Constantine memang bagus,benar-benar bagus, love it.
Sampai di bagian akhir tulisan ini, thank you for reading this, although you open this by accident, really.

Rabu, 15 Juli 2009

Hasta la vista, Monty...

Si Monty is back. Monty, barang yang naik peringkat menjadi berharga dari yang biasa saja, laptop ajib yang pernah pecah bagian "hips" nya, sering mengistirahatkan dirinya sendiri kalau lagi digunakan, model-model menuntut hak uring-uringan nya sebagai laptop yang sering teraniyaya. Gimana-gimana juga, sayangi lah barang yang selalu setia menemani keseharian, mereka tidak ada dua nya.
Lanjut. Belakangan ini sering lihat berita di tv tentang kecelakaan dan kerusuhan di berbagai belahan dunia. Dan kalau sudah muncul satu, kemungkinan besoknya akan ada berita peristiwa yang mirip-mirip berita awal. Macam seperti rentetan peristiwa beruntun. Dari dulu sih, memang rasa-rasanya semua peristiwa seperti itu, seperti serentetan yang saling mempengaruhi. Hanya perasaan saja mungkin ya. Duh, tiba-tiba jadi berasa mencium wangi daging rendang nasi bungkus favorit tempo dulu. Lapar mendera dengan sadis. Udaranya mendukung dengan sepenuh hati kegiatan si lapar pada perut ini
Peringatan,Lapar mengakibatkan ingatan menjadi aktif,akibatnya ada teringat sesuatu, maunya ditulis disini tapi diurungkan saja berhubung belakangan ini banyak muncul di tv tentang tuntut-menuntut karena tulisan. Lagi usum lapor-melapor. Musim batuk, pilek, dan yang lagi in, virus H1N1 yang menyebar dengan cepat kemana-mana. Lagi musim siapa-loe alias musim pada mau menyendiri.
Yah, di balik usum-usuman dan musim-musiman, rasanya orang yang bahagia itu orang melakukan apa yang dimau di saat yang ia mau. Urusan nanti hasilnya amburadul atau konyol, yang penting tidak mengecewakan diri sendiri dulu. Rasa-rasa nya dengan begitu akan mendatangkan penerimaan untuk mau hidup di waktu yang sekarang, bukan di masa lalu ataupun masa depan yang masih belum di tentukan.

Senin, 25 Mei 2009

Acara Romy Rafael,The Master of Hypnotist

Haish, hari ini nonton acara itu di tv. Pas permainan gambar yang dikomunikasikan dengan bahasa Belanda dan India membingungkan.
Pertama, gambar rumah, sudah pelototin tuh tv sambil pasang kuping pas dijelaskan dalam bahasa India, eh, gambar yang muncul malah gambar bebek.
Kedua,gambar orang,kali ini penjelasan sebelum gambAR itU ditUNJUKkan yang dijelaskam dalam bahasa Belanda sudah ku perhatikan lebih melotot dengan perhatian penuh pada pendENGARAN. Hasilnya? Taraaa, gambar yang muncul adalah meja berkaki empat sedangkan gambar yang dimaksud adalah gambar orang sederhana.
Bagus! Salah kdua-duanya! Seep bANGET!

Senin, 27 April 2009

Hp ku sayang,Hp ku malang

Hp N7610 ku yang tangguh akhirnya melemah juga. Terbanting sampai dibanting sudah dilalui dengan "diam" tanpa suara (ya iya la,klo hp bisa ngoMoNG,pasti ngoMel sama pemiliknya). Terakhir jatUh,dirinya berantakan di lantai,padahal cuma meluncur dari tempat yang sangat rendah. Saat beroperasi, "ngambek" nya semakin sering, begitu pula dengan batre nya yang makin yahud sampe idup segan,mati nya cepat.
Yah,hp sayang,hadiah yang penuh kenangan masa SMA.

Minggu, 29 Maret 2009

Sadness

Terkadang sendirian itu menyenangkan tapi juga menyedihkan. Iri rasa nya melihat orang lain. Katanya sih memang rumput tetangga memang tampak lebih hijau. Tapi tak apa, tidak ada penyesalan sama sekali tentang diri di masa lalu karena itu lah masa lalu yang tidak terubah. Masa lalu yang tak terubah tersebut manjadi cukup indah, tergantung dari mana memandangnya, hanya perlu sedikit mengubah sudut pandang dan semuanya menjadi baik adanya.
Kesalahan di masa lalu biarkan saja menjadi kenangan kalau memang tidak terperbaiki di masa sekarang karena satu atau lain hal dan rasanya ini saat nya untuk menghentikan kesalahan di masa sekarang. Banyak hal yang tidak disukai tapi katanya baik, boleh juga untuk dicoba. Ada ingatan samar-samar tentang kalimat dari sebuah buku oleh seorang tokoh bahwa jangan percaya pada apa pun kecuali kamu menginginkannya, termasuk terhadap perkataannya sendiri. Percaya, sepertinya kata ini bermakna begitu besar dan mempunyai kekuatan. Rasa percaya pada diri sendiri lebih menghidupkan hidup daripada percaya dengan apa yang orang lain katakan. Siapa yang tahu apa yang diungkapkan selain diri si pengungkap? Orang boleh mangut-mangut mengerti apa yang dikatakan, tapi kadang, maknanya tidak akan sama persis dengan yang dimaksud. Ini dunia nyata, apa yang ada tidak akan berwujud senyata seperti tampak nya, akan selalu ada yang lebih dari tampaknya.