Barusan membuka website national geography, lihat foto-foto nya, dan sepintas melihat foto siput. Siput, hewan ini menjadi begitu menarik karena Gary the snail, hewan peliharaan Spongebob Squarepants, (paling tidak menarik buat ku,haha). Dulu pas masih kecil, musim masih banyak sekali siput di sekitar rumah ku, ada seekor siput yang berjalan di tengah jalan raya depan rumah. Langsung saja ku pindahkan siput itu ke pinggir jalan. Mama ku langsung bilang, kalo jangan dipindahkan, si siput sudah susah-susah jalan buat menyebrang ke sebelah. Jadinya, ku ambil dan ku pindah kan lagi ke jalan di sebrang nya lagi, hitung-hitung membantu si siput supaya jangan digilas kendaraan yang lewat,yah, paling tidak itu pikiran ku saat itu. Kemudian, tiba di saat aku sedang gemar-gemar nya membaca anekdot-anekdot dan kisah-kisah seperti komik nya konfusius (cailah, gambarnya bulat-bulat, biar kata saat itu tidak mengerti apa ceritanya, yang penting hobi karena memang gambarnya menarik buat dilihat, hahaha), ada suatu cerita tentang betapa kerasnya perjuangan seekor siput untuk menyebrang jalan setapak, si siput tidak perlu dibantu, karena ia "menikmati" perjuangannya untuk sampai ke seberang jalan dan karena memang itu jalan yang harus ia tempuh dan ia lakukan meskipun ada kemungkinan dapat mati saat menyeberang jalan itu. Jika berhasil sampai ke seberang jalan, ia akan mendapat "tabungan" kisah keberhasilan dalam hidup si siput yang mungkin tidak seberapa bagi diri nya (sudah bolak-balik mungkin setiap hari langgar jalan,haha). Jika gagal, si siput hanya akan menjadi kisah "rata dengan aspal", seperti yang kadang ku temukan dulu. Kesimpulan? Jalani hidup dengan melakukan atau beraksi, jangan hanya duduk dan berangan-angan. Kalau saja si siput bisa berangan-angan (mungkin bisa?) dan berpikir resiko tergilas, ia tidak akan sampai di seberang jalan. Ia hanya berkisar di sisi jalan yang sama dan tidak bergerak kemana-mana dan hanya itu-itu saja dunia nya, bagi nya, sisi jalan ia berada adalah dunia. Setelah menyeberang jalan, si siput sadar bahwa dunia lebih daripada itu. Yah, ini lah bedanya, si siput tidak berpikir macam-macam dan hanya menjalani dunia nya sedangkan manusia mikir kemana-mana sampai tidak bisa jalan melihat dunia yang lebih luas dalam hidup nya dan merasa takut untuk "hidup".
Sekarang, di sekitar rumah sudah tidak ada lagi siput-siput. Sejak SMP kelas 2, siput-siput sudah menghilang entah kemana. Mungkin sudah pada migrasi karena musim hujan yang sudah tidak teratur dan daerah sekitar rumah yang sudah tidak sesubur dan selembab dulu. Kondisi nya lebih gersang. Yah, bisa dibilang kangen juga sama siput-siput itu.
Sedikit cerita tentang kehidupan biasa,, kehidupan saat di jalan, di kantin, di kuliah, sampai saat sedang menunggu sesuatu,,,,
Tampilkan postingan dengan label Saat santai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saat santai. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 November 2010
Jumat, 09 Oktober 2009
Mmmm,,, so sleepy,,but I couldn’t sleep yet.
Kadang saat melamun, bayangan tentang orang-orang dari masa lalu masih muncul. Tiba-tiba saja datangnya, khususnya dari masa-masa TK dan SD . Membayangkan kembali tidak terasa menyenangkan tapi juga tidak menyedihkan, tapi ada beberapa orang yang jika diingat lagi seperti membawa diri ini melampaui ruang dan waktu, seperti kehilangan waktu kini untuk beberapa saat. Gambarannya agak berlebihan sih, tapi rasanya mendekati seperti itu. Sensasi seperti itu kadang muncul begitu saja, entah darimana datangnya. Mereka seperti melekat kuat pada alur ingatan masa lalu. Dan dalam bayangan masa itu, hal kecil yang pernah mereka lakukan menjadi seperti sesuatu yang dianggap cukup berharga bagi otak ku sampai terekat kuat dalam ingatan masa lalu itu. Pengalaman-pengalaman kecil yang menjadi pondasi dari masa lalu.
Well, setidaknya perlu sadar bahwa masa sekarang lah yang terpenting. Pelajaran yang sering diucapkan tapi juga sering dilupakan. Yah, mungkin bisa dikatakan seperti dalam buku Ping, perjalanan seekor katak yang mencari kolam baru, jalan harus ditemukan sendiri, tidak dapat diajarkan. Tidak ada yang pasti, orang bijak sekalipun tidak dapat menentukan apa yang akan terjadi berikutnya dalam hidup nya. Menjadi cerdas dan bijak seperti strategi untuk mengikuti arus, bukan melawan arus, yaitu takdir. Yah, kurang lebih seperti itu lah gambaran dalam pikiran ku.
Ok, it’s going to the epilogue. Enjoy this life like water which always make its own boundary. Ok, see you later(I hope).
Thanks for reading this.
Kadang saat melamun, bayangan tentang orang-orang dari masa lalu masih muncul. Tiba-tiba saja datangnya, khususnya dari masa-masa TK dan SD . Membayangkan kembali tidak terasa menyenangkan tapi juga tidak menyedihkan, tapi ada beberapa orang yang jika diingat lagi seperti membawa diri ini melampaui ruang dan waktu, seperti kehilangan waktu kini untuk beberapa saat. Gambarannya agak berlebihan sih, tapi rasanya mendekati seperti itu. Sensasi seperti itu kadang muncul begitu saja, entah darimana datangnya. Mereka seperti melekat kuat pada alur ingatan masa lalu. Dan dalam bayangan masa itu, hal kecil yang pernah mereka lakukan menjadi seperti sesuatu yang dianggap cukup berharga bagi otak ku sampai terekat kuat dalam ingatan masa lalu itu. Pengalaman-pengalaman kecil yang menjadi pondasi dari masa lalu.
Well, setidaknya perlu sadar bahwa masa sekarang lah yang terpenting. Pelajaran yang sering diucapkan tapi juga sering dilupakan. Yah, mungkin bisa dikatakan seperti dalam buku Ping, perjalanan seekor katak yang mencari kolam baru, jalan harus ditemukan sendiri, tidak dapat diajarkan. Tidak ada yang pasti, orang bijak sekalipun tidak dapat menentukan apa yang akan terjadi berikutnya dalam hidup nya. Menjadi cerdas dan bijak seperti strategi untuk mengikuti arus, bukan melawan arus, yaitu takdir. Yah, kurang lebih seperti itu lah gambaran dalam pikiran ku.
Ok, it’s going to the epilogue. Enjoy this life like water which always make its own boundary. Ok, see you later(I hope).
Thanks for reading this.
Rabu, 18 Februari 2009
Tertawa,uang,dan piring
Howhow,ini kali kedua posting lewat hp. Yah,si Monty,laptop ku, lagi "general check up". Dari 2 bulan lalu, si Monty sudah terserang virus flu demi menjalankan tugasnya,yaitu gaul sama flashdisk-flashdisk dari berbagai macam warna dan merk. Iya, Si Monty memang gaul.
Lanjut. Hari ini,sepulang dari jajan barang di Giant, pulang dengan naik angkot kuning. Menurut pengalaman, angkot di Surabaya punya bel di langit-langit mobilnya jadi kalau ingin turun tinggal pencet bel (lain dengan di Kupang,bemo gaul dengan musik bervolume besar-heboh sampai tidak terdengar musik nya tapi kalau ingin turun mesti ketok-ketok recehan di tiang pegangan atau bilang sama kondekturnya lalu kondekturnya akan ketok-ketok heboh atap bemo atau pintu nya. Alternatif lainnya,bilang "Kiri", kata ajaib yang membuat bemo menepi). Kebetulan angkot kuning yang ku naiki ini tanpa bel, hanya ada beberapa kabel yang saling bertautan. Saat sampai di tempat tujuan, karena tidak tersedia bel, maka keluar lah jurus kata "Kiri". Tidak disangka, saat membayar ongkos, pak sopir angkot nya tertawa secara tiba-tiba. Pembelaan ku, cara apapun yang digunakan, asal "masalah" terselesaikan, sah-sah saja dong.
Dan saat membeli makan malam hari ini, aku melihat pelanggan lain menaruh uang lecek item di piring bersih yang akan digunakan sebagai piring makan pelanggan yang akan makan di warung itu. Saat itu alis ku refleks terangkat sebelah. Selanjutnya, si penjual menaruh uang warna biru sang pembeli di atas tempe! Alis ku tidak hanya menjadi terangkat, tapi refleks kepala ku menengadah ke atas sambil berguman "OMG". Untuk menghibur hati ini, karena sudah terlanjur digoreng makanan pesanan ku, dengan penuh harapan kuman atau bahkan telor cacing mati saat digoreng lagi membuat ku agak tenang dan tidak mengomel tanpa kontrol seperti saat bad mood. Hehmpf,,,ternyata obat cacing memang obat vital y,,
Lanjut. Hari ini,sepulang dari jajan barang di Giant, pulang dengan naik angkot kuning. Menurut pengalaman, angkot di Surabaya punya bel di langit-langit mobilnya jadi kalau ingin turun tinggal pencet bel (lain dengan di Kupang,bemo gaul dengan musik bervolume besar-heboh sampai tidak terdengar musik nya tapi kalau ingin turun mesti ketok-ketok recehan di tiang pegangan atau bilang sama kondekturnya lalu kondekturnya akan ketok-ketok heboh atap bemo atau pintu nya. Alternatif lainnya,bilang "Kiri", kata ajaib yang membuat bemo menepi). Kebetulan angkot kuning yang ku naiki ini tanpa bel, hanya ada beberapa kabel yang saling bertautan. Saat sampai di tempat tujuan, karena tidak tersedia bel, maka keluar lah jurus kata "Kiri". Tidak disangka, saat membayar ongkos, pak sopir angkot nya tertawa secara tiba-tiba. Pembelaan ku, cara apapun yang digunakan, asal "masalah" terselesaikan, sah-sah saja dong.
Dan saat membeli makan malam hari ini, aku melihat pelanggan lain menaruh uang lecek item di piring bersih yang akan digunakan sebagai piring makan pelanggan yang akan makan di warung itu. Saat itu alis ku refleks terangkat sebelah. Selanjutnya, si penjual menaruh uang warna biru sang pembeli di atas tempe! Alis ku tidak hanya menjadi terangkat, tapi refleks kepala ku menengadah ke atas sambil berguman "OMG". Untuk menghibur hati ini, karena sudah terlanjur digoreng makanan pesanan ku, dengan penuh harapan kuman atau bahkan telor cacing mati saat digoreng lagi membuat ku agak tenang dan tidak mengomel tanpa kontrol seperti saat bad mood. Hehmpf,,,ternyata obat cacing memang obat vital y,,
Langganan:
Postingan (Atom)