Tampilkan postingan dengan label saat insomnia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saat insomnia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juli 2009

Hasta la vista, Monty...

Si Monty is back. Monty, barang yang naik peringkat menjadi berharga dari yang biasa saja, laptop ajib yang pernah pecah bagian "hips" nya, sering mengistirahatkan dirinya sendiri kalau lagi digunakan, model-model menuntut hak uring-uringan nya sebagai laptop yang sering teraniyaya. Gimana-gimana juga, sayangi lah barang yang selalu setia menemani keseharian, mereka tidak ada dua nya.
Lanjut. Belakangan ini sering lihat berita di tv tentang kecelakaan dan kerusuhan di berbagai belahan dunia. Dan kalau sudah muncul satu, kemungkinan besoknya akan ada berita peristiwa yang mirip-mirip berita awal. Macam seperti rentetan peristiwa beruntun. Dari dulu sih, memang rasa-rasanya semua peristiwa seperti itu, seperti serentetan yang saling mempengaruhi. Hanya perasaan saja mungkin ya. Duh, tiba-tiba jadi berasa mencium wangi daging rendang nasi bungkus favorit tempo dulu. Lapar mendera dengan sadis. Udaranya mendukung dengan sepenuh hati kegiatan si lapar pada perut ini
Peringatan,Lapar mengakibatkan ingatan menjadi aktif,akibatnya ada teringat sesuatu, maunya ditulis disini tapi diurungkan saja berhubung belakangan ini banyak muncul di tv tentang tuntut-menuntut karena tulisan. Lagi usum lapor-melapor. Musim batuk, pilek, dan yang lagi in, virus H1N1 yang menyebar dengan cepat kemana-mana. Lagi musim siapa-loe alias musim pada mau menyendiri.
Yah, di balik usum-usuman dan musim-musiman, rasanya orang yang bahagia itu orang melakukan apa yang dimau di saat yang ia mau. Urusan nanti hasilnya amburadul atau konyol, yang penting tidak mengecewakan diri sendiri dulu. Rasa-rasa nya dengan begitu akan mendatangkan penerimaan untuk mau hidup di waktu yang sekarang, bukan di masa lalu ataupun masa depan yang masih belum di tentukan.

Minggu, 29 Maret 2009

Sadness

Terkadang sendirian itu menyenangkan tapi juga menyedihkan. Iri rasa nya melihat orang lain. Katanya sih memang rumput tetangga memang tampak lebih hijau. Tapi tak apa, tidak ada penyesalan sama sekali tentang diri di masa lalu karena itu lah masa lalu yang tidak terubah. Masa lalu yang tak terubah tersebut manjadi cukup indah, tergantung dari mana memandangnya, hanya perlu sedikit mengubah sudut pandang dan semuanya menjadi baik adanya.
Kesalahan di masa lalu biarkan saja menjadi kenangan kalau memang tidak terperbaiki di masa sekarang karena satu atau lain hal dan rasanya ini saat nya untuk menghentikan kesalahan di masa sekarang. Banyak hal yang tidak disukai tapi katanya baik, boleh juga untuk dicoba. Ada ingatan samar-samar tentang kalimat dari sebuah buku oleh seorang tokoh bahwa jangan percaya pada apa pun kecuali kamu menginginkannya, termasuk terhadap perkataannya sendiri. Percaya, sepertinya kata ini bermakna begitu besar dan mempunyai kekuatan. Rasa percaya pada diri sendiri lebih menghidupkan hidup daripada percaya dengan apa yang orang lain katakan. Siapa yang tahu apa yang diungkapkan selain diri si pengungkap? Orang boleh mangut-mangut mengerti apa yang dikatakan, tapi kadang, maknanya tidak akan sama persis dengan yang dimaksud. Ini dunia nyata, apa yang ada tidak akan berwujud senyata seperti tampak nya, akan selalu ada yang lebih dari tampaknya.