Selasa, 02 Februari 2010

Jalani saja

Sepi. Kadang memang seperti itu, sendirian memang terasa lebih aman tetapi terasa sepi. Soal rasa-merasakan memang tidak ada habisnya. Merasa kesepian kadang bisa membuat hidup serasa monoton. Penyebabnya, rasa kesepian itu membuat malas untuk melakukan apapun, menonton tv pun cenderung hanya menatap gambar bergerak tersebut dengan tatapan kosong. Memang, berasa tampak seperti orang di ftv-ftv yang baru patah hati. Kalau sudah begini, obatnya hanya mendorong diri sendiri untuk melakukan sesuatu, melakukan hal-hal yang memang sudah menjadi kewajiban. Kalau masih awal terasa berat, itu biasa, mulai saja lagi dengan berkumpul dan mendengar percakapan orang lain. Coba lah tertawa jika orang lain tertawa. Perlahan dengan sendirinya, rasa humor akan datang dengan sendirinya. Kerjakan kewajiban (meskipun terasa malas) seperti seakan hal tersebut hal yang menarik. Jika pikiran sudah bisa menerima bahwa hal tersebut menarik, hal tersebut akan menjadi menarik.
Menurut pengalaman sendiri, tindakan dipengaruhi oleh pikiran. Pikiran sendiri dapat di"set" oleh kemauan. Tentang bahagia, tidak perlu dicari caranya. Kalau memang ingin bahagia, ya bahagia saja, hanya itu. Seseorang menjadi seperti apa yang dipikirkannya.

Minggu, 08 November 2009

iyuuhhh,,

Hari ini keluar kamar jam 3 sore, langsung pergi ke giant. Pas nahan 2 angkot-kuning pertama, mereka lewat begitu saja dengan kecepatan tinggi. Angkot-kuning nomor 3 ini, nahan pakai melambai-lebai sampai 3 kali, baru berhenti. Niatnya naik di belakang, tiba-tiba ada suara pintu depan terbuka. Jadi lah duduk di depan. Ditanya-tanyain macem-macem kayak diinterogasi, males banget. Untungnya pas di Giant tidak ada yang aneh-aneh.
Pulang nya, tunggu angkot 5 menit tidak ada tanda-tanda kendaraan kuning akan muncul. Jadilah jalan sore. Baru saja jalan, 2 kendaraan-kuning lewat bersamaan dengan kecepatan tinggi. Setelah seperempat jalan, ada angkot biru bel-bel. Karena tanggung sudah terlanjur jalan, jalan aja terus. Sampai di jalan masuk pulang, ini dia biang kerok yang haduhhhh. Asap dari TPA di dekat asrama. Niat jalan sore untuk olah raga supaya sehat tidak jadi sehat (sebenarnya bukan niat olahraga sore sih,,tapi kan..).
Sudah lah, waktunya membereskan kekacauan akibat asap tadi. Asap-asap, selalu saja ada, mau dari rokok kampret sampai pemakaran sampah gila, haarrggh.

Kamis, 05 November 2009

no title

Ujian blok pertama semester ke-3 baru saja selesai. Ada libur beberapa hari, lumayan lah. Kalau dipikir, makin banyak dipikir tentang hidup, istilahnya banyak berkhayal, rasanya kok hidup yang harusnya baik-baik saja menjadi bermasalah. Ada saja yang dipikirkan dan dinilai. Padahal seharusnya tidak serumit itu untuk bisa gembira. Belakangan ini sudah beberapa kali pernyataan ini muncul,"lakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati". Intinya? Fokus. Jika perlu, berkhayal juga harus fokus. Biar benar-benar rileks sekalian. Dan memang, cukup menyenangkan jika hanya melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu dengan sungguh-sungguh.
Ternyata kalimat dalam film August Rush itu tidak sesederhana tampaknya. "music is all around us. All we've to do is listen". Pola-pola makna seperti ini pernah muncul sebelumnya. Seperti "tenang sejenak untuk mendengarkan bisikan dari dalam diri sendiri dan alam". Kalimat nya bukan seperti itu, tapi kurang lebih lah. Hidup di masa kini, bukan hidup di masa depan atau masa lalu. Spesies pesan seperti ini yang muncul dalam cerita-cerita fiksi. Kadang hidup dalam khayalan sepenuhnya sejenak bisa membuat hidup lebih hidup. Bahkan Spongebob squarepants pun punya banyak makna dalam setiap ceritanya. Menikmati hidup.

Jumat, 09 Oktober 2009

Mmmm,,, so sleepy,,but I couldn’t sleep yet.

Kadang saat melamun, bayangan tentang orang-orang dari masa lalu masih muncul. Tiba-tiba saja datangnya, khususnya dari masa-masa TK dan SD . Membayangkan kembali tidak terasa menyenangkan tapi juga tidak menyedihkan, tapi ada beberapa orang yang jika diingat lagi seperti membawa diri ini melampaui ruang dan waktu, seperti kehilangan waktu kini untuk beberapa saat. Gambarannya agak berlebihan sih, tapi rasanya mendekati seperti itu. Sensasi seperti itu kadang muncul begitu saja, entah darimana datangnya. Mereka seperti melekat kuat pada alur ingatan masa lalu. Dan dalam bayangan masa itu, hal kecil yang pernah mereka lakukan menjadi seperti sesuatu yang dianggap cukup berharga bagi otak ku sampai terekat kuat dalam ingatan masa lalu itu. Pengalaman-pengalaman kecil yang menjadi pondasi dari masa lalu.
Well, setidaknya perlu sadar bahwa masa sekarang lah yang terpenting. Pelajaran yang sering diucapkan tapi juga sering dilupakan. Yah, mungkin bisa dikatakan seperti dalam buku Ping, perjalanan seekor katak yang mencari kolam baru, jalan harus ditemukan sendiri, tidak dapat diajarkan. Tidak ada yang pasti, orang bijak sekalipun tidak dapat menentukan apa yang akan terjadi berikutnya dalam hidup nya. Menjadi cerdas dan bijak seperti strategi untuk mengikuti arus, bukan melawan arus, yaitu takdir. Yah, kurang lebih seperti itu lah gambaran dalam pikiran ku.

Ok, it’s going to the epilogue. Enjoy this life like water which always make its own boundary. Ok, see you later(I hope).
Thanks for reading this.

Rabu, 09 September 2009

Pemaafan

Cerita tentang bekas luka parut karena terjatuh dari sepeda semasa kecil cukup sering ku ceritakan untuk sekedar basa-basi ataupun mengingat-ingat sendiri bagaimana rasa nyeri nya (entah bagaimana, rasa sakit nya terasa bisa membuat orang kangen dengannya) saat proses penyembuhan berlangsung. Saat luka itu sembuh, timbul bekas luka parut memanjang yang cukup tampak dari jarak dekat. Luka parut itu sering ku tekan, entah darimana datangnya kebiasaan itu, tapi percaya atau tidak, rasa nya menyenangkan. Setiap kali menekannya, ada ingatan tentang luka disana, ingatan tentang bagaimana luka itu tercipta saat sedang memacu sepeda dengan kencang pada jalan menurun dan berbatu yang rasanya menyenangkan. Teringat juga rasa sakit berlebihan yang tidak menyenangkan saat luka itu baru saja tercipta, tidak menyenangkan rasanya.


Luka parut muncul saat luka nya besar, tidak beraturan, dan kotor. Seperti itulah kalau “luka” dalam pikiran. Saat sedang merasa orang lain berusaha menyingkirkan ataupun tidak mempedulikan ataupun berbuat apapun yang tidak berkenan, rasa sakit saat luka pertama muncul, rasa yang tidak menyenangkan itu muncul. “Luka” itu bagi ku sebaiknya dibersihkan, dengan memaafkan yang berperan sebagai “disinfektan” yang menambah rasa perih sementara tapi membantu penyembuhan diri sendiri setidaknya mendekati kondisi keseimbangnya. Memaafkan bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri, diri sendiri seperti mendapat sebuah luka terbuka yang memang membutuhkan untuk dibersihkan. Memaafkan memang sulit seperti luka yang diberi alcohol yang member kejutan rasa perih yang berlebih. Setelah itu, entah bagaimana, rasa sakit saat penyembuhan luka terasa begitu menyenangkan. Bahkan menurutku, rasanya bisa membuat ketagihan, yaitu rasa damai yang perlahan menjalar. Pengurangan rasa sakit perlahan saat penyembuhan “luka” itulah yang membawa rasa damai (sepertinya rasa itu datang karena aku tahu semuanya akan baik-baik saja dan akan sembuh) dan akan bisa seperti candu. Bukan berarti rasa sakit saat penyembuhan itu seperti candu lalu menyusahkan diri sendiri dengan mencari-cari “luka” yang seharusnya tidak muncul lewat member cap masalah pada hal-hal yang sebenarnya bukan masalah. Pikiran seperti tubuh, memiliki kemampuan terbatas dan masih harus mempersiapkan dirinya dari “luka-luka” sebenarnya.


Tentang luka parut, tidak lagi terasa sakit jika ditekan tapi akan tetap membawa ingatan bahwa disana pernah ada luka, dan rasanya nyaman. Rasanya memang tidak sama dengan “bagian” yang tidak pernah mendapatkan “luka”. Tampak nya memang tidak begitu indah bagi orang yang tidak mendapatkan “luka” di tempat yang ia lihat pada dirinya sendiri. Bagi diri sendiri, “bekas luka” itu punya cerita sendiri dan tidak perlu takut jika suatu hari akan terlihat oleh orang lain, karena itu lah hidup diri sendiri, bukan hidup orang lain. Rasa nyaman saat menekan “luka parut “ itu muncul dari diri sendiri bahwa “aku berhasil menyembuhkan diri ku sendiri”. Sesaat sebelum mendapat luka pun menyenangkan seperti kesenangan memacu sepeda kecepatan tinggi di jalan yang berbatu, setelah itu terpeleset dan luka. Hal ini menggambarkan apa yang terjadi itu bukan salah orang lain tapi sebagai akibat dari apa yang dilakukan. Apa pun itu, darimana pun datangnya luka itu, aku percaya semuanya ada timbal balik, tidak ada yang tidak mendapatkan apa-apa dan kehilangan tanpa mendapat apa yang baru. Paling kurang, sudah ada pengalaman dan memori dari “luka” yang didapat yang dapat digunakan di masa depan. Tidak ada yang sia-sia.

Kamis, 16 Juli 2009

Are you happy today?

Ouch,,belakangan ini seperti hanya melakukan sedikit hal yang menandakan aktivitas kehidupan. Agak menyesal, waktu terbuang terlalu banyak tanpa kegiatan yang berarti. Bangun tidur, guling-guling di tempat tidur, baca buku 1 paragraf
I'm happy today. Ada yang nanya? jawabannya tidak. Pertanyaan tidak harus dikomentari dengan pertanyaan kan. . I'm happy today because I met my old friend. That's it.
Well, hari ini lihat film Constantine untuk kesekian kalinya. Adegan yang bagus rasanya saat Johny Constantine menatap mata kucing dengan mesra, lama lagi. Kelamaan menatap, andaikata mereka saling jatuh hati apalagi si Johny yang diperankan sama Keanu Reeves cakep bin ganteng, Kucingnya pasti sial, karena hanya orang gila yang mau sama mbak atau mas kucing. Lainnya, pas Lucifernya memecahkan pintu kaca untuk lewat ke ruangan sebelahnya. Asik lihatnya.. Adegan lainnya, di tempat yang romantis, John Constantine memberi hadiah pisau untuk Issabel, romantis banget, apa pun yang diberi sama si Keanu Reeves selalu oke, pisau nampak bagai mawar. Apapun itu,cerita film Constantine memang bagus,benar-benar bagus, love it.
Sampai di bagian akhir tulisan ini, thank you for reading this, although you open this by accident, really.

Rabu, 15 Juli 2009

Hasta la vista, Monty...

Si Monty is back. Monty, barang yang naik peringkat menjadi berharga dari yang biasa saja, laptop ajib yang pernah pecah bagian "hips" nya, sering mengistirahatkan dirinya sendiri kalau lagi digunakan, model-model menuntut hak uring-uringan nya sebagai laptop yang sering teraniyaya. Gimana-gimana juga, sayangi lah barang yang selalu setia menemani keseharian, mereka tidak ada dua nya.
Lanjut. Belakangan ini sering lihat berita di tv tentang kecelakaan dan kerusuhan di berbagai belahan dunia. Dan kalau sudah muncul satu, kemungkinan besoknya akan ada berita peristiwa yang mirip-mirip berita awal. Macam seperti rentetan peristiwa beruntun. Dari dulu sih, memang rasa-rasanya semua peristiwa seperti itu, seperti serentetan yang saling mempengaruhi. Hanya perasaan saja mungkin ya. Duh, tiba-tiba jadi berasa mencium wangi daging rendang nasi bungkus favorit tempo dulu. Lapar mendera dengan sadis. Udaranya mendukung dengan sepenuh hati kegiatan si lapar pada perut ini
Peringatan,Lapar mengakibatkan ingatan menjadi aktif,akibatnya ada teringat sesuatu, maunya ditulis disini tapi diurungkan saja berhubung belakangan ini banyak muncul di tv tentang tuntut-menuntut karena tulisan. Lagi usum lapor-melapor. Musim batuk, pilek, dan yang lagi in, virus H1N1 yang menyebar dengan cepat kemana-mana. Lagi musim siapa-loe alias musim pada mau menyendiri.
Yah, di balik usum-usuman dan musim-musiman, rasanya orang yang bahagia itu orang melakukan apa yang dimau di saat yang ia mau. Urusan nanti hasilnya amburadul atau konyol, yang penting tidak mengecewakan diri sendiri dulu. Rasa-rasa nya dengan begitu akan mendatangkan penerimaan untuk mau hidup di waktu yang sekarang, bukan di masa lalu ataupun masa depan yang masih belum di tentukan.