Sekarang ini lagi senang-senangnya mendengarkan lagunya Ello yang judulnya Masih Ada. Rasa nya ada nuansa tenang dan senang (deh, bahasa diri ini makin lama makin menjadi aneh). Sambil dengar lagu itu, tiba-tiba saja terlintas di otak ini kalau tidak ada yang bisa memaksakan orang lain buat menyukai atau membenci sesuatu. Ya,ya, cerita lama dan banyak orang yang sudah tahu tentang hal ini. Bagaimana dengan menerima hal itu? Tidak semudah mengatakan "sudah tahu". Dan yang menulis ini tergolong salah seorang yang dengan susah payah menerima hal tersebut. Sulit untuk melibatkan otak saja.
Berpikir lagi tentang hal-hal di sekitar cukup membantu agar tetap punya semangat menjalani hari-hari. Sayangnya cukup menyita waktu. Prioritas lagi, ya, prioritas akan selalu berperan. Kebanyakan berpikir dapat membuat orang tidak menjalani kehidupan yang sedang berjalan. Menjadi melankolis meskipun hanya sedikit cukup membuatku kesal. Sama seperti orang yang terlalu banyak bicara tanpa isi. Yah, tapi yang tidak penting itu penting. Kalau hanya yang penting-penting saja, orang bisa bosan. Termasuk rasa bosan itu juga penting kan. Rasa apa pun yang menjadi warna-warni kehidupan akan tetap Masih Ada.
Sedikit cerita tentang kehidupan biasa,, kehidupan saat di jalan, di kantin, di kuliah, sampai saat sedang menunggu sesuatu,,,,
Sabtu, 24 Januari 2009
Jumat, 23 Januari 2009
Untuk Seorang Teman
Tentang seorang teman dari masa kecil. Aku menganggapnya begitu. Dalam ingatan ku, dia seseorang yang benar-benar mau menjadikan ku teman pada saat yang lain pura-pura tidak tahu kalau aku ada. Awalnya saat kelas 3 SD, ia duduk dengan ku, katanya disuruh mama nya, aku ingat itu dengan jelas. Lama-lama aku sering main ke rumahnya karena semua les di rumahnya dan berlanjut bermain-main. Saat libur menjadi saat bermain-main (atau mungkin membuat rusuh, maklum masih anak-anak) di rumahnya, karena kakaknya juga teman main kakak ku. Ia pindah sekolah ke kota lain saat kelas 4. Aku ikut mengantarnya ke bandara. Saat awal kepindahannya, ia mengirimkan surat dan fotonya saat disana untuk ku. Aku ingat pernah berjanji akan mengirimkannya surat dan foto ku saat itu. Aku benar-benar ingin mengirimkan namun lama-kelamaan, aku lupa akan janji itu dan saat teringat kembali, janji itu sudah usang dimakan waktu. Setiap tahun bulan Januari, aku selalu ingat tanggal ulang tahunnya. Setiap tanggal ulang tahunnya, aku selalu mengingat dan ingin mengucapkan selamat ulang tahun. Sayangnya aku terlalu takut untuk mengucapkannya karena aku tidak dapat berbasa-basi padahal ia adalah seorang teman yang baik. Entah hal apa yang begitu menakutkan bagi ku sampai tidak dapat mengungkapkan hal-hal kecil seperti itu di masa lalu.
Saat sekarang ini, sudah dekat dengan ulang tahunnya. Aku kembali teringat tentangnya. Aku ingin bilang maaf padanya. Dulu bukannya aku tidak peduli, aku hanya terlalu takut dengan diri ku sendiri yang sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Mungkin saja hal ini sudah terlupakan olehnya, tapi tidak apa-apa. Apa pun gambarannya tentang ku sekarang ini, aku tetap mengingatnya sebagai seorang teman yang baik. Terimakasih sudah menjadi teman ku.
Saat sekarang ini, sudah dekat dengan ulang tahunnya. Aku kembali teringat tentangnya. Aku ingin bilang maaf padanya. Dulu bukannya aku tidak peduli, aku hanya terlalu takut dengan diri ku sendiri yang sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Mungkin saja hal ini sudah terlupakan olehnya, tapi tidak apa-apa. Apa pun gambarannya tentang ku sekarang ini, aku tetap mengingatnya sebagai seorang teman yang baik. Terimakasih sudah menjadi teman ku.
Senin, 19 Januari 2009
Antara Ada dan Tiada
Tentang cita-cita, entah sudah berapa banyak kali aku menulis tentang hal ini. Hitung saja mulai dari SD, pernah beberapa kali diberi tugas karangan tentang cita-cita, saat SMP hingga SMA pun pernah diminta menuliskan atau sekedar ditanyakan tentang cita-cita.
Jadi ingat karangan saat kelas 4. Entah basa-basi apa yang ku tuliskan, hal yang aku ingat hanya kalimat terakhir dari paragraf penutupnya, “Aku ingin menjadi seorang polisi”.
Hahahaha, jika diingat lagi rasanya geli-geli mual. Pantesan saja setelah kalimat terakhir dibacakan saat itu, banyak suara yang nyeletuk “Weits..”, plus dengan wajah sang guru yang cuek sambil bilang “berikutnya”. Seiring berjalannya waktu, saat SMP cita-cita berubah lagi menjadi pemandu wisata atau penerjemah bahasa asing, perkataan asal-asalan tentang karangan cita-cita masa SD sudah terlupakan, malahan jadi tidak begitu menyukai (bahkan hampir alergi, emang bisa ya?) yang menyangkut militer-militeran.
Lain ceritanya di SMA, ingin jadi peneliti di bidang bioteknologi. Sampai hampir selesai kelas 3, masih saja kebayang yang satu ini. Malah sudah pernah ikut tes di salah satu universitas meskipun punya firasat dari awal kalau pada akhir nya tidak diterima, hahahaha. Nah, bersamaan dengan itu, ada keinginan lain untuk dapat masuk di bidang kesehatan di salah satu universitas di Bandung. Sekarang, sudah kuliah di bidang kesehatan itu dan lucunya, sempat terlintas cita-cita baru. Kalau dipikir (ketahuan kurang kerjaan mikirin khayalan,,), cita-cita terus muncul unjuk gigi dan sempat menghasut otak ini agar berkhayal sampai membuatnya tidak mau berpikir tentang yang ada sekarang ini. Deh, kalau begini, ini nama nya berada di atas awan, penipuan terhadap diri sendiri dengan seolah-olah apa yang ada sekarang ini tidak sesuai dengan keinginan dan bukan pilihan diri ini, istilahnya melempar kesalahan untuk membela diri. Padahal apa yang ada sekarang ini kan hasil keputusan pilihan diri sendiri. Oke lah kalau seandainya apa yang ada sekarang ini hasil keinginan orang lain terhadap hidup ini, tetap saja keputusan diri sendiri yang mengijinkan kenyataan sekarang ini ada dengan tidak memenuhi apa yang diri ini sebut dengan keinginan diri sendiri alias tidak mau mengejar cita-cita lalu menyalahkan orang lain ataupun keadaan. Tidak apa-apa, masalah pilihan juga tergantung takdir (deh, paling enak kalau kata “takdir” dah muncul, tiada yang bisa melawan lagi dah,,hahahaha).
Oke dah,,
Terimakasih buat yang sudah baca
^_^
Jadi ingat karangan saat kelas 4. Entah basa-basi apa yang ku tuliskan, hal yang aku ingat hanya kalimat terakhir dari paragraf penutupnya, “Aku ingin menjadi seorang polisi”.
Hahahaha, jika diingat lagi rasanya geli-geli mual. Pantesan saja setelah kalimat terakhir dibacakan saat itu, banyak suara yang nyeletuk “Weits..”, plus dengan wajah sang guru yang cuek sambil bilang “berikutnya”. Seiring berjalannya waktu, saat SMP cita-cita berubah lagi menjadi pemandu wisata atau penerjemah bahasa asing, perkataan asal-asalan tentang karangan cita-cita masa SD sudah terlupakan, malahan jadi tidak begitu menyukai (bahkan hampir alergi, emang bisa ya?) yang menyangkut militer-militeran.
Lain ceritanya di SMA, ingin jadi peneliti di bidang bioteknologi. Sampai hampir selesai kelas 3, masih saja kebayang yang satu ini. Malah sudah pernah ikut tes di salah satu universitas meskipun punya firasat dari awal kalau pada akhir nya tidak diterima, hahahaha. Nah, bersamaan dengan itu, ada keinginan lain untuk dapat masuk di bidang kesehatan di salah satu universitas di Bandung. Sekarang, sudah kuliah di bidang kesehatan itu dan lucunya, sempat terlintas cita-cita baru. Kalau dipikir (ketahuan kurang kerjaan mikirin khayalan,,), cita-cita terus muncul unjuk gigi dan sempat menghasut otak ini agar berkhayal sampai membuatnya tidak mau berpikir tentang yang ada sekarang ini. Deh, kalau begini, ini nama nya berada di atas awan, penipuan terhadap diri sendiri dengan seolah-olah apa yang ada sekarang ini tidak sesuai dengan keinginan dan bukan pilihan diri ini, istilahnya melempar kesalahan untuk membela diri. Padahal apa yang ada sekarang ini kan hasil keputusan pilihan diri sendiri. Oke lah kalau seandainya apa yang ada sekarang ini hasil keinginan orang lain terhadap hidup ini, tetap saja keputusan diri sendiri yang mengijinkan kenyataan sekarang ini ada dengan tidak memenuhi apa yang diri ini sebut dengan keinginan diri sendiri alias tidak mau mengejar cita-cita lalu menyalahkan orang lain ataupun keadaan. Tidak apa-apa, masalah pilihan juga tergantung takdir (deh, paling enak kalau kata “takdir” dah muncul, tiada yang bisa melawan lagi dah,,hahahaha).
Oke dah,,
Terimakasih buat yang sudah baca
^_^
Rabu, 31 Desember 2008
Sweet Holiday
Jeda liburan kali ini memakmurkan diri ini. Banyak pengalaman "kecil" di sekitar memberi beberapa sudut pandang baru. Tahun 2008 merupakan tahun yg cukup bermakna sebenarnya tapi tidak cukup nyaman untuk dikenang pada awal tahunnya hingga bulan Agustus. Di hari terakhir tahun 2008 ini, menyenangkan. 2008,tahun berakhirnya sesuatu dan mulainya babak baru. Sadar atau tidak, waktu hanya sebagai penanda, akhir dan awal terjadi kapan saja tanpa menunggu tepat akhir dari waktu.
Liburan yg menyenangkan ditambah sinar matahari sore yang hangat seperti saat masih kecil,tercipta suasana baru yang patut di-de javu-kan.
Liburan yg menyenangkan ditambah sinar matahari sore yang hangat seperti saat masih kecil,tercipta suasana baru yang patut di-de javu-kan.
Jumat, 12 Desember 2008
Seimbang=selaras?
Mendung,,,
udaranya memang menyejukkan,,
serasa tetap pagi hari meskipun sudah siang,,hehe
hujan,,hujan,,ini yang membuat tidak begitu menyenangkan,,
tapi memang sudah seharusnya hujan,,
supaya terjadi harmoni,,(duile,,,bahasa yang memang tidak nyambung tapi kata harmoni belakangan sudah beberapa kali ku temukan di 2 buku yang sedang dibaca)
Harmoni, tentang keselarasan, sesuatu yang berbeda dengan keseimbangan?
Rasanya keselarasan mempunyai arti berbeda dengan keseimbangan. Memang iya kali ya, yang nulis aja yang tidak nyambung-nyambung,,hihii
Menurut yang menulis, kata selaras itu lebih oke daripada seimbang.
Selaras= diikuti sesuatu yang flexibel dan memang sesuatu yang akan terjadi, sejenis menuju keseimbangan.
Seimbang=kaku, lagipula apa ada yang benar-benar sama-rata?
Pernah memperhatikan kalau tindakan yang kita lakukan biasanya seperti ada jawaban? Seperti saat-saat tertentu, ada saja yang didapat berulang-ulang, entah itu menemukan sebuah kata yang terus ditemui sampai beberapa kali dalam peristiwa yang berbeda-beda. Atau mungkin hanya perasaan saja, tapi tidak ada salahnya berpikiran seperti itu. Tindakan seperti itu seperti mempercayai diri sendiri,,
udaranya memang menyejukkan,,
serasa tetap pagi hari meskipun sudah siang,,hehe
hujan,,hujan,,ini yang membuat tidak begitu menyenangkan,,
tapi memang sudah seharusnya hujan,,
supaya terjadi harmoni,,(duile,,,bahasa yang memang tidak nyambung tapi kata harmoni belakangan sudah beberapa kali ku temukan di 2 buku yang sedang dibaca)
Harmoni, tentang keselarasan, sesuatu yang berbeda dengan keseimbangan?
Rasanya keselarasan mempunyai arti berbeda dengan keseimbangan. Memang iya kali ya, yang nulis aja yang tidak nyambung-nyambung,,hihii
Menurut yang menulis, kata selaras itu lebih oke daripada seimbang.
Selaras= diikuti sesuatu yang flexibel dan memang sesuatu yang akan terjadi, sejenis menuju keseimbangan.
Seimbang=kaku, lagipula apa ada yang benar-benar sama-rata?
Pernah memperhatikan kalau tindakan yang kita lakukan biasanya seperti ada jawaban? Seperti saat-saat tertentu, ada saja yang didapat berulang-ulang, entah itu menemukan sebuah kata yang terus ditemui sampai beberapa kali dalam peristiwa yang berbeda-beda. Atau mungkin hanya perasaan saja, tapi tidak ada salahnya berpikiran seperti itu. Tindakan seperti itu seperti mempercayai diri sendiri,,
Rabu, 19 November 2008
that's the key
Senaaanngggggg
rasanya senaaangggg
jelas,,,
sudah terlihat jelas antara
teman yang benar-benar tulus
dan
teman yang tulus jadi-jadian
gag seperti yang ku kira sebelumnya,,
ku pikir diri ini akan merasa jengkel, kuciwa, sampai extrim nya bakal marah
kalau sudah tampak jelas semua pertanyaan gag guna kuh itu,,
ternyata tidak
rasanya senaanggg..
tanpa dendam
tanpa esmosi jiwa
tanpa ngomel
pake menjauhi yang jadi-jadian,,
hehe
rasanya sudah lepas dari "keterikatan",,
menolak jejadian-jejadian ituh sudah diputuskan,,,
ini hidup yang menentukan diri sendiri,,
mau nolak,,sippp,,mau nerima,,siip juga
ke laut sajah para jejadian ituh,,
bukan urusan kuh,,
hmm,,,
mengetahui sesuatu itu menyenangkan
tidak-tahu memang menyebalkan,,,
mangkanya ada orang yang kecanduan ilmu pengetahuan,,
rasanya senaaangggg
clear...semuanya clear,,,
jelas,,,
sudah terlihat jelas antara
teman yang benar-benar tulus
dan
teman yang tulus jadi-jadian
gag seperti yang ku kira sebelumnya,,
ku pikir diri ini akan merasa jengkel, kuciwa, sampai extrim nya bakal marah
kalau sudah tampak jelas semua pertanyaan gag guna kuh itu,,
ternyata tidak
rasanya senaanggg..
tanpa dendam
tanpa esmosi jiwa
tanpa ngomel
pake menjauhi yang jadi-jadian,,
hehe
rasanya sudah lepas dari "keterikatan",,
menolak jejadian-jejadian ituh sudah diputuskan,,,
ini hidup yang menentukan diri sendiri,,
mau nolak,,sippp,,mau nerima,,siip juga
ke laut sajah para jejadian ituh,,
bukan urusan kuh,,
hmm,,,
mengetahui sesuatu itu menyenangkan
tidak-tahu memang menyebalkan,,,
mangkanya ada orang yang kecanduan ilmu pengetahuan,,
Selasa, 18 November 2008
Kentut : Kata yang lucu
hmmm,,
okeh,,
beberapa hari ini kerjaan aku ngomel mulu,,
pertanda mengalami penuaan n punya bakat jadi Mak'',,,
eh,,engga' ding,,
aku masi' muda dan cantik,,
hihihihi
tentang apa yang tidak disukai,,
aku pernah baca 1 kalimat di cover buku, (buku psikologi umum,,tebel gilaaaa buat dijadikan bacaan sampingan,jadi gag jadi lagian dah tentu banyak yang gag dimengerti,,hihiihi),,kalau apa yang tidak disukai pada orang lain sebenarnya merupakan hal yang tidak disukai pada diri sendiri alias sifat buruk sendiri,,
masa iya sih? beberapa mungkin kena tapi gag semua dunk,,
lagian,,
gag semua yang tidak disukai sama diri sendiri itu buruk kan,,
jadi melakukan yang tidak disukai itu kadang perlu
salah satu nya adalah mendengarkan gossip,,
nah,,ini termasuk kebutuhan buat tambah-tambah informasi tentang bagaimana polah orang satu dengan lainnya supaya nantinya bisa menyesuaikan diri dengan mereka.
jadi,,katanya juga,,gossip sebagai kontrol sosial,,,
berarti kalau dihitung,,untung nya ada 2 ya,,,,,,kontrol sosial dan hiburan bagi yang mendengarkan,,
meskipun kadang gossip itu menyimpang jauuuuuuhhhhh banget sama yang sebenarnya sampe kadang gag masuk akal dan jadinya jejadian tapi inilah seni nya,,mungkin ide kuis Komunikata,,kuis yang dulu perna populer itu diambil kali yak,,,
jadi memilah gossip itu perlu,,,,,nah disinilah seninya,,seni memilah mana yang fakta dan mana yang fiktif dari gossip bagi pendengar,,,
kadang menyebalkan sih mendengar gossip yang lele-bay,,tapi maw gimana lagi,,kadang suatu informasi menyebar dengan cara lewat gossip,,,,ya gag?
bagi yang digossipin,,gag enak rasanya,,
apalagi yang nyerempet gossip "kentut" ,,sangat merusak nama beken
tapi gag apalah,,,itung-itung latih mental biar jadi sekuat baja,,
atau emang takdir jadi seleb maka nyah digossipin
ituh tandanya beken bow,,,
Supaya isinya ada tentang kata lucu seperti dijudulnya,,
ehm,,
belakangan kata umpatan yang keren yang ditemukan oleh -----
(namanya disensor,,demi menjaga nama baik,,:p)
adalah KENTUT
selain jarang digolongkan sebagai kata "jorok",,tapi juga tergolong kata yang lucuuuuu,,,
jadi gag masalah dunkk,,
sebenarnya bukan umpatan,,hanya penuangan kekesalan sesaat lewat kata ituh,,daripada ngumpat,,kan gag baek,,
hew,,hew,,
okeh,,
beberapa hari ini kerjaan aku ngomel mulu,,
pertanda mengalami penuaan n punya bakat jadi Mak'',,,
eh,,engga' ding,,
aku masi' muda dan cantik,,
hihihihi
tentang apa yang tidak disukai,,
aku pernah baca 1 kalimat di cover buku, (buku psikologi umum,,tebel gilaaaa buat dijadikan bacaan sampingan,jadi gag jadi lagian dah tentu banyak yang gag dimengerti,,hihiihi),,kalau apa yang tidak disukai pada orang lain sebenarnya merupakan hal yang tidak disukai pada diri sendiri alias sifat buruk sendiri,,
masa iya sih? beberapa mungkin kena tapi gag semua dunk,,
lagian,,
gag semua yang tidak disukai sama diri sendiri itu buruk kan,,
jadi melakukan yang tidak disukai itu kadang perlu
salah satu nya adalah mendengarkan gossip,,
nah,,ini termasuk kebutuhan buat tambah-tambah informasi tentang bagaimana polah orang satu dengan lainnya supaya nantinya bisa menyesuaikan diri dengan mereka.
jadi,,katanya juga,,gossip sebagai kontrol sosial,,,
berarti kalau dihitung,,untung nya ada 2 ya,,,,,,kontrol sosial dan hiburan bagi yang mendengarkan,,
meskipun kadang gossip itu menyimpang jauuuuuuhhhhh banget sama yang sebenarnya sampe kadang gag masuk akal dan jadinya jejadian tapi inilah seni nya,,mungkin ide kuis Komunikata,,kuis yang dulu perna populer itu diambil kali yak,,,
jadi memilah gossip itu perlu,,,,,nah disinilah seninya,,seni memilah mana yang fakta dan mana yang fiktif dari gossip bagi pendengar,,,
kadang menyebalkan sih mendengar gossip yang lele-bay,,tapi maw gimana lagi,,kadang suatu informasi menyebar dengan cara lewat gossip,,,,ya gag?
bagi yang digossipin,,gag enak rasanya,,
apalagi yang nyerempet gossip "kentut" ,,sangat merusak nama beken
tapi gag apalah,,,itung-itung latih mental biar jadi sekuat baja,,
atau emang takdir jadi seleb maka nyah digossipin
ituh tandanya beken bow,,,
Supaya isinya ada tentang kata lucu seperti dijudulnya,,
ehm,,
belakangan kata umpatan yang keren yang ditemukan oleh -----
(namanya disensor,,demi menjaga nama baik,,:p)
adalah KENTUT
selain jarang digolongkan sebagai kata "jorok",,tapi juga tergolong kata yang lucuuuuu,,,
jadi gag masalah dunkk,,
sebenarnya bukan umpatan,,hanya penuangan kekesalan sesaat lewat kata ituh,,daripada ngumpat,,kan gag baek,,
hew,,hew,,
Langganan:
Postingan (Atom)